WELLCOME

Wa'alaikum salam.
Selamat Datang

Jangan pernah lewatkan isi-isi artikel yang menarik dalam Blog ini. Kasih saran yang membangun. Sisipkan Komentar Kamu di setiap artikel.
Terima Kasih.
Selamat menbaca........

Minggu, 14 November 2010

PENENTUAN HARI RAYA IDUL ADHA (kenapa harus selalu ada perbedaan pendapat?)

Kenapa sih selalu saja ada ketidakcocokan antara dua ormas islam terbesar di Negara Islam Terbesar ini?

Yang terbaru adalah penentuan Hari Raya Idul Adha (Lebaran Haji/ Qurban) Tahun ini. Kenapa harus ada perbedaan penentuan ahri raya yang akan kita rayakan bersama?
Hari Raya Kurban atau Idul Adha diperkirakan jatuh berbeda. Ormas Muhammadiyah akan merayakan Idul Adha hari Selasa (16/11), sementara Nahdlatul Ulama dan Pemerintah RI hari Rabu (17/11). Hal itu disampaikan Ketua Tim Ahli Badan Hisab Rukyah Daerah Kabupaten Kudus, M Agus Yusrun Nafi, kepada Suara Merdeka CyberNews, Minggu (14/11).

Perbedaan tersebut terletak pada penetapan awal bulan Dzul Hijjah. Muhammadiyah, menurutnya, awal bulan Dzul Hijjah jatuh pada hari Minggu (8/11), sementara NU pemerintah hari Senin (9/11). Sehingga perhitungannya hari raya Idul Adha ormas Muhammadiyah jatuh hari Selasa (16/11) dan NU serta pemerintah hari Rabu (17/11).

Sidang isbat penentuan awal Dzul Hijjah oleh pemerintah telah disepakati pada Senin (9/11) bahwa awal bulan jatuh hari Senin itu juga. Sehingga secara resmi tanggal 10 Dzul Hijjah atau Hari Raya Kurban jatuh pada hari Rabu (17/11). Dikatakannya, pada dasarnya setiap metode yang digunakan bisa dipertanggungjawabkan secara agama dan keilmuan.
"Perbedaan ini harus disikapi dengan bijaksana dan arif. Meskipun berbeda tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan," imbaunya.

Tak Tampak


Pada rukyatul hilal Se-Indonesia, jelas Agus, yang dilakukan Sabtu (6/11) rukyah tidak terlihat atau berada dengan ketinggian hilal sekitar 0 derajat 59 menit 40 detik di atas ufuk. Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa kemungkinan besar hilal tidak dapat dirukyah dan bulan Dzul Qa'dah disempurnakan 30 hari.

Dikatakannya, dalam penetapan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzul Hijjah bermuara pada hadis Nabi Muhammad SAW. "Bunyinya, berpuasalah kamu ketika melihat hilal dan berbukalah kamu ketika melihat hilal. Apabila tertutup oleh awan, maka sempurnakanlah bulan Sya'ban 30 hari, dan juga ditegaskan oleh Allah dalam al-Qur'an surat Yunus ayat 5," imbuhnya.

Kenapa dua ormas ini tidak pernah mencoba untuk menyeragamkan perayaan HARI RAYA seperti ini?

Tidak ada komentar:

Wassalam

Terima kasih atas kunjungannya. Jangan Lupa untuk meninggalkan Pesan dan Kesan. Kasih coment yach..... Sampai jumpa lagi.